Ajat (37), warga Rangkasbitung, Banten, sudah berbaring dan jarum untuk persiapan cuci darah sudah terpasang. Namun, prosedur yang rutin dia jalani itu batal pada Senin (02/02) pagi. Jaminan kesehatan berupa BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang selama ini menanggungnya disebut tidak aktif oleh rumah sakit.
Ajat merupakan salah satu dari jutaan warga yang terdampak “pemutakhiran data BPJS secara sembarangan” dari Kementerian Sosial, kata pengamat.
Ini adalah hal paling tidak bertanggung jawab dan kejam yang dilakukan negara dalam setahun terakhir. Tidak ada yang sebanding. 11 juta orang dihapuskan dalam semalam. Sistem BPJS Kesehatan dan jaminan sosial yang dibangun selama bertahun-tahun langsung tidak berfungsi hanya dengan satu PerMen (Peraturan Menteri). Gila.

